Jangan Salah Lagi! Ini Adalah Daftar Perbedaan TOEFL dan IELTS dari Semua Aspek

Rencana buat kuliah atau kerja di luar negeri biasanya butuh persiapan matang, salah satunya adalah memenuhi skor minimal kemampuan bahasa Inggris. Syarat ini jadi pintu masuk utama kalau kamu mau mendaftar ke universitas di Eropa, Amerika, Australia, atau bahkan Asia. Buat kamu yang baru pertama kali riset soal ini, pasti bakal ketemu dua pilihan tes yang paling populer. Hal ini sering banget bikin pemula bingung karena belum tahu apa yang sebenarnya membedakan keduanya. Memahami perbedaan toefl dan ielts sejak awal sangat penting supaya kamu nggak salah langkah dan bisa fokus belajar pada materi yang tepat.
Banyak orang yang asal daftar tes cuma karena ikut-ikutan teman atau melihat harga pendaftarannya saja. Padahal, setiap institusi punya standar yang berbeda mengenai jenis tes mana yang mereka terima. Selain itu, cara pengerjaan dan karakter soalnya juga punya ciri khas masing-masing yang bakal berpengaruh ke kenyamanan kamu saat tes nanti. Kami akan bantu kamu membedah satu per satu apa saja yang membuat kedua tes ini berbeda supaya persiapan kamu jadi lebih maksimal dan target skor kamu bisa tercapai.
Apa Itu TOEFL dan IELTS?

Sebelum kita masuk ke pembahasan yang lebih mendalam soal perbedaan toefl dan ielts, ada baiknya kita berkenalan dulu dengan pengertian dasar dari keduanya. Meskipun tujuannya sama-sama untuk mengukur sejauh mana kamu mahir berbahasa Inggris, asal-usul dan cara mereka menilai kemampuanmu punya pendekatan yang tidak sama.
Pengertian TOEFL
TOEFL adalah singkatan dari Test of English as a Foreign Language. Tes ini dibuat oleh lembaga asal Amerika Serikat yang bernama ETS atau Educational Testing Service. Karena asalnya dari Amerika, maka bahasa Inggris yang digunakan di sini adalah American English. Kamu bakal sering mendengar logat Amerika dan menggunakan ejaan kata ala Amerika. Biasanya, tes ini lebih banyak diminta kalau kamu mau daftar ke kampus-kampus di Amerika Serikat atau Kanada.
Format yang paling umum dipakai sekarang adalah TOEFL iBT yang dikerjakan menggunakan komputer dan koneksi internet. Semua bagian tes mulai dari membaca, mendengarkan, berbicara, sampai menulis dilakukan langsung lewat komputer. Isi materinya juga cenderung sangat akademis karena tujuannya memang untuk memastikan kamu bisa mengikuti kegiatan perkuliahan dengan baik saat berada di luar negeri nanti.
Pengertian IELTS
IELTS merupakan kepanjangan dari International English Language Testing System. Berbeda dengan TOEFL, tes yang satu ini dikelola bersama oleh British Council, IDP: IELTS Australia, dan Cambridge Assessment English. Karena ada campur tangan dari Inggris dan Australia, bahasa Inggris yang dipakai adalah British English atau internasional. Logat yang muncul di bagian mendengarkan bisa bermacam-macam, mulai dari logat Inggris, Australia, sampai Selandia Baru.
IELTS punya dua jenis versi, yaitu Academic dan General Training. Versi Academic ditujukan buat kamu yang mau kuliah, sementara General Training biasanya buat keperluan migrasi atau bekerja. Uniknya lagi, IELTS punya opsi tes berbasis komputer maupun tes berbasis kertas bagi kamu yang lebih nyaman menulis pakai pensil. Pilihan ini memberikan fleksibilitas lebih buat peserta tes yang punya preferensi cara pengerjaan yang berbeda.
Perbedaan TOEFL dan IELTS yang Wajib Kamu Tahu

Setelah paham pengertian dasarnya, sekarang saatnya kita membahas lebih rinci mengenai perbedaan toefl dan ielts dari berbagai sisi. Mengetahui detail kecil seperti jenis soal dan cara berinteraksi saat tes bisa membantu kamu memilih mana yang paling sesuai dengan gaya belajarmu.
Sambil belajar buat persiapan tes yang butuh konsentrasi tinggi, kami di akunmu.id punya solusi biar belajarmu makin asik dan nggak gampang bosan. Kami menyediakan layanan patungan Duolingo Premium supaya kamu bisa latihan kosakata setiap hari tanpa gangguan iklan yang menyebalkan. Selain itu, kami juga ada layanan patungan Spotify dan Apple Music Premium biar playlist belajar kamu makin mantap dan bikin kamu tetap semangat sampai hari tes tiba.
Perbedaan dari Segi Logat dan Ejaan Bahasa
Poin pertama yang paling terasa dalam perbedaan toefl dan ielts adalah soal dialek atau logat yang digunakan. Seperti yang sudah kami sebutkan tadi, TOEFL sangat kental dengan nuansa Amerika Serikat. Kalau kamu terbiasa menonton film Hollywood atau dengerin podcast dari orang Amerika, mungkin kamu bakal merasa lebih nyaman dengan TOEFL. Ejaan katanya pun mengikuti aturan Amerika, seperti penulisan kata color atau center.
Sementara itu, IELTS lebih bersifat global namun tetap condong ke arah British English. Kamu harus siap mendengar berbagai macam aksen bahasa Inggris dari seluruh dunia. Untuk urusan ejaan, IELTS lebih menyukai gaya Inggris seperti colour atau centre. Meskipun sebenarnya kedua tes ini tetap menerima campuran ejaan asalkan kamu konsisten, memahami perbedaan logat ini bakal sangat membantu kamu saat sesi mendengarkan agar tidak bingung menangkap maksud pembicara.
Perbedaan Format Pengerjaan Tes
Perbedaan toefl dan ielts selanjutnya terletak pada format teknis pengerjaannya. Kalau kamu memilih TOEFL iBT, kamu harus siap berhadapan dengan layar komputer selama kurang lebih tiga sampai empat jam. Semua jawaban dimasukkan lewat klik mouse atau mengetik di keyboard. Ini cocok banget buat kamu yang memang sudah terbiasa dengan teknologi dan punya kecepatan mengetik yang bagus.
Di sisi lain, IELTS menawarkan dua pilihan yaitu Computer-delivered atau Paper-based. Buat kamu yang merasa lebih fokus kalau membaca teks di kertas sambil mencorat-coret poin penting, IELTS Paper-based adalah pilihan yang sangat bagus. Tapi kalau kamu lebih suka hasil tes keluar lebih cepat, versi komputer bisa jadi solusi. Fleksibilitas ini jadi nilai tambah buat IELTS karena tidak semua orang nyaman menatap layar komputer dalam waktu yang sangat lama.
Perbedaan pada Sesi Berbicara atau Speaking
Ini adalah bagian yang paling sering jadi bahan pertimbangan utama dalam perbedaan toefl dan ielts. Pada tes TOEFL, sesi speaking dilakukan dengan cara berbicara ke arah mikrofon yang terhubung ke komputer. Kamu akan diberikan pertanyaan, diberi waktu sedikit untuk berpikir, lalu langsung menjawabnya sambil direkam. Tidak ada interaksi manusia sama sekali dalam proses ini, jadi kamu harus pintar mengatur intonasi dan waktu sendiri.
IELTS punya pendekatan yang sangat berbeda karena sesi speaking dilakukan secara langsung dengan penguji manusia. Kamu akan duduk berhadapan dengan seorang penguji dalam sebuah ruangan kecil. Rasanya lebih seperti sedang melakukan wawancara kerja atau ngobrol santai. Bagi sebagian orang, ngobrol dengan manusia terasa lebih natural karena bisa melihat ekspresi lawan bicara. Namun bagi sebagian yang lain, hal ini justru bikin makin gugup dibandingkan bicara di depan komputer.
Perbedaan Jenis Soal pada Bagian Membaca
Kalau kita lihat bagian reading, perbedaan toefl dan ielts juga cukup terlihat jelas. Soal-soal di TOEFL semuanya berbentuk pilihan ganda. Kamu akan membaca teks yang panjang dan bersifat akademis, lalu memilih satu jawaban yang paling benar dari beberapa opsi yang tersedia. Teksnya biasanya diambil dari jurnal atau buku teks universitas, jadi bahasanya memang agak berat dan formal.
IELTS punya jenis soal yang lebih variatif di bagian reading. Kamu nggak cuma ketemu pilihan ganda, tapi juga soal mengisi titik-titik, mencocokkan judul dengan paragraf, sampai menjawab benar atau salah. Variasi soal ini menuntut kamu untuk punya strategi membaca yang lebih lincah. Kamu harus bisa memindai informasi dengan cepat untuk mengisi jawaban yang tepat. Bagi yang bosan dengan pilihan ganda terus-menerus, IELTS mungkin terasa lebih menantang dan tidak membosankan.
Perbedaan pada Sesi Mendengarkan atau Listening
Dalam sesi listening, perbedaan toefl dan ielts bisa dilihat dari konteks percakapannya. TOEFL biasanya berisi rekaman suara dosen yang sedang memberikan kuliah di kelas atau percakapan antara mahasiswa dan staf kampus mengenai masalah akademik. Kamu harus mendengarkan rekaman yang cukup panjang dulu baru kemudian bisa melihat pertanyaannya. Jadi, kemampuan mencatat poin penting sangat dipertuhkan di sini.
IELTS punya format listening yang lebih praktis dan sehari-hari di bagian awal, seperti orang yang sedang memesan hotel atau bertanya jalan. Uniknya, di IELTS kamu bisa melihat pertanyaannya sambil mendengarkan rekaman suara tersebut. Jadi kamu bisa sambil mencari jawaban saat audionya masih diputar. Namun, kamu harus hati-hati karena kalau kamu ketinggalan satu kata saja, bisa-bisa jawaban berikutnya ikut berantakan.
Perbedaan Tugas pada Bagian Menulis atau Writing
Sesi writing juga menunjukkan perbedaan toefl dan ielts yang signifikan dari sisi instruksi tugasnya. Di TOEFL, salah satu tugasnya adalah menggabungkan informasi. Kamu diminta membaca sebuah teks, mendengarkan penjelasan singkat tentang topik tersebut, lalu merangkum hubungan antara keduanya dalam bentuk tulisan. Tugas lainnya adalah menulis esai pendapat secara mandiri. Semua diketik langsung di komputer.
IELTS Academic punya tugas menulis yang sedikit berbeda. Tugas pertamanya adalah mendeskripsikan data visual seperti grafik, tabel, atau diagram. Kamu harus bisa menjelaskan tren atau perbandingan data dengan bahasa yang tepat. Tugas keduanya barulah menulis esai argumentatif. Karena IELTS punya versi kertas, kamu harus memperhatikan kerapian tulisan tanganmu kalau memilih versi tersebut. Kalau tulisanmu sulit dibaca, penguji mungkin bakal kesulitan memberi nilai yang bagus.
Perbedaan Sistem Penilaian Skor
Hal terakhir yang nggak boleh dilewatkan adalah soal sistem penilaian. Skor TOEFL iBT menggunakan rentang angka dari 0 sampai 120. Setiap bagian tes yaitu membaca, mendengarkan, berbicara, dan menulis masing-masing punya bobot maksimal 30 poin. Hasil akhirnya adalah penjumlahan dari keempat bagian tersebut. Nilai ini sangat detail, jadi kenaikan satu atau dua poin saja bisa sangat terasa perbedaannya.
IELTS menggunakan sistem band score dari skala 0 sampai 9. Kamu akan mendapatkan skor untuk masing-masing bagian, lalu nilai rata-ratanya akan dibulatkan ke angka bulat atau setengah terdekat, misalnya 6.5 atau 7.0. Sistem penilaian ini terasa lebih sederhana namun punya standar yang sangat ketat untuk bisa naik ke level berikutnya. Memahami perbedaan toefl dan ielts dari segi skor ini membantu kamu untuk menentukan target yang lebih realistis sesuai dengan kemampuan awal kamu.
Memilih antara TOEFL atau IELTS memang bukan perkara mudah, tapi semua kembali lagi ke kebutuhan institusi tujuan kamu dan kenyamanan pribadi dalam mengerjakan soal. Ada orang yang merasa lebih mudah mengerjakan pilihan ganda di TOEFL, tapi ada juga yang lebih suka variasi soal di IELTS. Pastikan kamu sudah cek syarat skor minimal di tempat yang ingin kamu lamar supaya perjuangan belajarmu tidak sia-sia. Dengan mengenali setiap perbedaan toefl dan ielts yang sudah kami bahas tadi, sekarang kamu tinggal menentukan mana yang paling cocok dengan karaktermu. Jangan lupa untuk terus berlatih dan gunakan fasilitas pendukung belajar yang ada supaya hasilnya bisa maksimal.
Maaf, artikel belum tersedia
Platform pertama di Indonesia yang memberikan layanan Berlangganan Bersama agar dapat menikmati fitur premium dengan proses berlangganan yang praktis, legal, aman dan murah.
Sudah terdaftar sebagai penyedia media elektronik di Komdigi
