10 Perbedaan Hiragana dan Katakana yang Wajib Kamu Pahami Biar Cepat Jago Bahasa Jepang

Belajar bahasa Jepang memang punya tantangan tersendiri, terutama saat Kamu baru mulai mengenal sistem tulisannya yang unik. Jepang memiliki beberapa jenis aksara yang digunakan secara bersamaan dalam kehidupan sehari-hari. Kami ingin memberitahu Kamu bahwa secara umum ada dua jenis huruf dasar yang sangat penting untuk dikuasai di awal perjalanan belajar, yaitu katakana dan hiragana. Selain dua huruf tersebut, sebenarnya ada juga huruf kanji yang punya ribuan karakter dan makna mendalam. Kami sudah pernah membahas soal cara membaca huruf kanji bahasa Jepang pada postingan sebelumnya, jadi untuk kali ini kami akan lebih fokus membedah katakana dan hiragana agar Kamu tidak bingung lagi saat melihat tulisan Jepang di buku atau internet.
Memahami perbedaan hiragana dan katakana adalah langkah pertama yang sangat krusial. Banyak orang yang baru belajar sering merasa kewalahan karena harus menghafal dua set alfabet yang sebenarnya memiliki bunyi yang sama persis namun bentuknya berbeda jauh. Meskipun bunyinya sama, fungsi dan cara penggunaannya dalam sebuah kalimat sangat berbeda. Tanpa memahami hal ini, Kamu mungkin akan kesulitan membaca kalimat yang paling sederhana sekalipun. Oleh karena itu, kami akan membantu Kamu mengenali keduanya dengan lebih santai melalui artikel ini.
Apa Itu Katakana dan Hiragana?

Sebelum masuk ke poin perbedaannya, Kamu perlu tahu dulu apa sebenarnya identitas dari kedua huruf ini. Hiragana adalah huruf yang paling pertama dipelajari oleh anak-anak di Jepang dan juga para pembelajar asing. Hiragana terdiri dari 46 karakter dasar yang masing-masing mewakili satu suku kata. Huruf ini dianggap sebagai pondasi utama karena hampir semua kata asli Jepang bisa ditulis menggunakan hiragana. Kalau Kamu sudah hafal hiragana, Kamu sebenarnya sudah bisa mulai membaca banyak hal dasar dalam bahasa Jepang.
Di sisi lain, katakana adalah saudara kembar dari hiragana jika dilihat dari segi bunyinya. Jumlah karakternya pun sama, yaitu 46 huruf dasar. Namun, katakana memiliki peran yang lebih spesifik dan biasanya digunakan untuk kata-kata yang bukan berasal dari asli Jepang. Katakana berfungsi sebagai penanda bahwa kata yang sedang Kamu baca adalah kata pinjaman atau istilah luar negeri. Jadi, meskipun keduanya punya tabel bunyi yang identik seperti A, I, U, E, O dan seterusnya, cara menulis dan kapan Kamu harus menggunakannya itulah yang membedakan keduanya secara signifikan.
Perbedaan Hiragana dan Katakana yang Perlu Kamu Pahami

Sekarang kami akan mengajak Kamu untuk melihat lebih detail apa saja yang membuat kedua jenis huruf ini berbeda satu sama lain. Mempelajari perbedaan hiragana dan katakana bukan cuma soal menghafal bentuk, tapi juga memahami rasa atau nuansa yang dibawa oleh masing-masing huruf tersebut. Kami sudah merangkum sepuluh poin utama yang bisa memudahkan Kamu dalam mengenali ciri khas keduanya.
Sebelum lanjut ke pembahasan yang lebih dalam, kami punya tips kecil buat Kamu. Belajar huruf Jepang itu butuh konsistensi dan latihan setiap hari. Biar proses belajarmu makin seru dan terarah, Kamu bisa banget pakai aplikasi belajar bahasa seperti Duolingo. Kalau Kamu merasa fitur gratisnya kurang maksimal, kami di akunmu.id menyediakan layanan patungan Duolingo Premium yang jauh lebih hemat. Dengan Duolingo Premium, Kamu bisa belajar tanpa gangguan iklan dan fokus penuh menghafal perbedaan hiragana dan katakana sampai lancar.
1. Bentuk Visual dan Karakter Coretannya
Hal pertama yang paling terlihat jelas sebagai perbedaan hiragana dan katakana adalah bentuk fisiknya. Jika Kamu memperhatikan dengan saksama, hiragana memiliki bentuk yang sangat luwes dan penuh dengan lengkungan. Huruf-hurufnya terlihat manis dan lembut saat ditulis. Banyak orang yang bilang kalau hiragana itu punya kesan feminin karena garis-garisnya yang mengalir halus seperti kaligrafi kuas yang tidak terputus-putus.
Berbanding terbalik dengan hiragana, katakana justru memiliki bentuk yang sangat kaku, tajam, dan penuh dengan sudut-sudut tegas. Garis-garis pada katakana biasanya lurus dan terlihat sangat maskulin. Katakana seolah-olah dibuat dengan coretan pedang yang cepat dan tegas. Kamu akan jarang menemukan lengkungan bundar yang sempurna pada katakana seperti yang ada pada hiragana. Perbedaan visual yang mencolok ini sebenarnya sangat membantu Kamu untuk langsung tahu jenis huruf apa yang sedang Kamu hadapi hanya dalam sekali lirik.
2. Fungsi dalam Penulisan Kata Asli dan Serapan
Perbedaan hiragana dan katakana yang paling mendasar ada pada jenis kata yang mereka wakili. Kami ingin Kamu membayangkan hiragana sebagai huruf untuk “tuan rumah”. Artinya, semua kata-kata yang asli berasal dari Jepang seperti sebutan keluarga, nama hewan lokal, atau kata kerja sehari-hari ditulis menggunakan hiragana. Contohnya adalah kata “arigato” atau “sushi” yang aslinya memang milik budaya Jepang.
Sementara itu, katakana bertugas sebagai “penerjemah” untuk kata-kata pendatang. Jepang banyak menyerap kata dari bahasa asing, terutama bahasa Inggris, dan semua kata serapan itu wajib ditulis menggunakan katakana. Misalnya, kata “komputer” menjadi “konpyuuta” atau “kamera” yang ditulis tetap “kamera” tapi menggunakan huruf katakana. Jadi, kalau Kamu melihat tulisan yang bentuknya kaku-kaku, kemungkinan besar itu adalah kata serapan yang bunyinya mirip dengan bahasa Inggris atau bahasa asing lainnya.
3. Penggunaan untuk Nama Orang dan Tempat
Dalam hal penulisan nama, Kamu akan menemukan perbedaan hiragana dan katakana yang sangat jelas aturannya. Jika ada orang Jepang yang namanya tidak ditulis pakai kanji, mereka akan menggunakan hiragana. Begitu juga dengan nama-nama kota atau daerah di Jepang yang sudah ada sejak zaman dulu. Hiragana memberikan kesan bahwa nama tersebut adalah bagian integral dari identitas lokal Jepang.
Namun, kalau nama Kamu yang ditulis, maka ceritanya jadi beda lagi. Karena Kamu adalah orang asing bagi Jepang, nama Kamu harus ditulis menggunakan katakana. Aturan ini juga berlaku untuk nama-nama negara selain Jepang atau nama kota luar negeri seperti Jakarta, London, atau New York. Jadi, jangan heran kalau nanti Kamu belajar menulis nama sendiri, Kamu harus menghafal versi katakananya karena itulah aturan standar yang berlaku di sana agar identitas asing Kamu tetap terlihat jelas.
4. Peran dalam Tata Bahasa atau Gramatika
Poin selanjutnya mengenai perbedaan hiragana dan katakana berkaitan dengan bagaimana kalimat disusun secara teknis. Hiragana punya peran yang sangat sibuk karena ia digunakan sebagai partikel kalimat. Dalam bahasa Jepang, partikel seperti “wa”, “ga”, “ni”, atau “o” berfungsi sebagai penghubung kata benda dan kata kerja. Partikel-partikel ini mutlak ditulis menggunakan hiragana. Selain itu, hiragana juga digunakan untuk okurigana, yaitu bagian akhir kata kerja yang berubah-ubah sesuai dengan waktu atau kondisinya.
Katakana hampir tidak pernah ikut campur dalam urusan partikel atau perubahan bentuk kata kerja ini. Tugas katakana murni untuk merepresentasikan kata benda atau istilah tertentu. Katakana tidak punya fungsi untuk menjelaskan hubungan antar kata dalam struktur kalimat seperti yang dilakukan oleh hiragana. Inilah sebabnya hiragana disebut sebagai lem yang merekatkan semua elemen dalam satu kalimat bahasa Jepang agar bisa dipahami maknanya secara utuh.
5. Penulisan Onomatope atau Kata Tiruan Bunyi
Kamu yang suka membaca manga atau menonton anime pasti sering melihat tulisan-tulisan kecil di latar belakang yang menggambarkan suara ledakan, suara makan, atau suara angin. Di sinilah letak perbedaan hiragana dan katakana yang cukup menarik. Sebenarnya onomatope bisa ditulis dengan kedua huruf ini, tapi katakana lebih sering digunakan untuk suara-suara yang keras, tajam, atau mendadak. Misalnya suara “boom” atau suara benda jatuh biasanya pakai katakana untuk memberikan efek dramatis.
Hiragana biasanya digunakan untuk onomatope yang suaranya lebih lembut, tenang, atau menggambarkan perasaan emosional. Misalnya suara gesekan lembut atau suara hewan yang lucu seringkali memakai hiragana. Penggunaan katakana untuk efek suara ini memberikan penekanan visual bagi pembaca bahwa suara tersebut sangat nyata dan menonjol. Jadi, pilihan hurufnya pun disesuaikan dengan jenis suara yang ingin disampaikan oleh penulisnya kepada Kamu.
6. Sejarah dan Asal-usul Munculnya Huruf
Kalau Kamu suka sejarah, Kamu akan menemukan bahwa perbedaan hiragana dan katakana juga terletak pada proses penciptaannya. Hiragana dikembangkan dari penyederhanaan huruf kanji yang ditulis secara cepat atau gaya kursif. Pada zaman dulu, hiragana sering disebut sebagai “tulisan wanita” karena banyak digunakan oleh kaum perempuan di istana kekaisaran untuk menulis karya sastra dan puisi yang indah. Itulah sebabnya bentuknya sangat estetik dan mengalir.
Katakana punya cerita yang agak beda. Huruf ini diciptakan oleh para biksu Buddha yang sedang belajar kitab suci. Karena kanji sangat rumit untuk dicatat dengan cepat, mereka mengambil potongan-potongan kecil dari bagian huruf kanji untuk dijadikan simbol bunyi sebagai bantuan membaca. Kata “kata” dalam katakana sendiri berarti “setengah” atau “bagian”, karena memang hurufnya diambil dari sebagian kecil bagian kanji. Jadi, hiragana adalah penyederhanaan bentuk utuh, sedangkan katakana adalah pengambilan fragmen atau potongan.
7. Penggunaan untuk Memberikan Penekanan (Emphasis)
Ternyata bahasa Jepang juga punya cara unik untuk memberikan penekanan pada kata tertentu tanpa perlu menggunakan cetak tebal atau miring. Salah satu cara yang digunakan adalah dengan mengubah penulisan yang seharusnya hiragana menjadi katakana. Ini adalah salah satu perbedaan hiragana dan katakana dalam aspek gaya bahasa. Ketika seorang penulis ingin sebuah kata terlihat menonjol atau memberikan kesan unik, mereka akan menuliskannya dalam katakana.
Fungsi ini mirip dengan penggunaan huruf miring atau Italics dalam bahasa Indonesia atau Inggris. Misalnya, dalam sebuah dialog film, jika ada alien yang berbicara, biasanya perkataan mereka ditulis pakai katakana semua untuk menunjukkan bahwa cara bicara mereka aneh atau tidak biasa. Hal ini memberikan Kamu petunjuk visual tentang suasana atau nada bicara dari karakter yang ada di dalam cerita tersebut.
8. Penulisan Istilah Ilmiah, Hewan, dan Tumbuhan
Meskipun banyak hewan dan tumbuhan asli Jepang punya nama dalam kanji atau hiragana, dalam jurnal ilmiah atau di museum, Kamu akan sering melihat nama-nama tersebut ditulis dalam katakana. Ini adalah aturan teknis yang menjadi perbedaan hiragana dan katakana lainnya. Penulisan nama spesies menggunakan katakana dianggap lebih standar dan profesional dalam konteks sains agar tidak terjadi salah paham dengan arti kanji yang mungkin punya makna ganda.
Bahkan untuk hewan yang sangat umum sekalipun, seperti kucing (neko) atau anjing (inu), terkadang di toko hewan peliharaan atau artikel sains ditulis menggunakan katakana. Bagi Kamu yang baru belajar, ini mungkin terasa sedikit membingungkan karena biasanya Kamu menghafal kata “neko” dalam hiragana. Namun seiring berjalannya waktu, Kamu akan terbiasa bahwa katakana punya tempat spesial di dunia akademik dan taksonomi di Jepang.
9. Tingkat Kesulitan dan Urutan Saat Belajar
Bagi kebanyakan pemula, perbedaan hiragana dan katakana juga terasa pada proses menghafalnya. Hampir semua pengajar bahasa Jepang menyarankan Kamu untuk menguasai hiragana terlebih dahulu sebelum menyentuh katakana. Kenapa begitu? Karena hiragana jauh lebih sering muncul dalam teks dasar dan merupakan kunci utama untuk memahami partikel. Hiragana adalah gerbang pertama yang harus Kamu lalui agar bisa mulai membentuk kalimat sederhana.
Katakana seringkali dianggap lebih sulit diingat oleh pemula, padahal bentuknya lebih sederhana dan garisnya lebih sedikit. Masalahnya adalah karena katakana punya beberapa huruf yang bentuknya mirip satu sama lain, seperti huruf “shi”, “tsu”, “so”, dan “n”. Kamu harus benar-benar teliti melihat arah coretannya agar tidak salah baca. Karena intensitas kemunculannya di buku pelajaran awal tidak sebanyak hiragana, banyak pelajar yang butuh waktu lebih lama untuk benar-benar lancar membaca katakana.
10. Frekuensi Penggunaan dalam Kehidupan Sehari-hari
Terakhir, Kamu akan merasakan perbedaan hiragana dan katakana dari seberapa sering Kamu menjumpai mereka di jalanan Jepang atau di media sosial. Hiragana adalah pemain utama. Kamu akan menemukannya di mana-mana, mulai dari koran, pengumuman stasiun, hingga buku anak-anak. Bisa dibilang sekitar 60 persen sampai 70 persen teks nonsains di Jepang didominasi oleh perpaduan kanji dan hiragana. Hiragana adalah napas dari komunikasi tertulis masyarakat Jepang.
Katakana muncul sebagai pelengkap yang memberikan warna modern. Di kota-kota besar seperti Tokyo, Kamu akan melihat banyak papan reklame atau menu restoran yang dipenuhi katakana. Ini karena gaya hidup modern Jepang sangat banyak mengadopsi istilah Barat. Mulai dari menu kopi, diskon belanja, hingga judul film bioskop banyak yang menggunakan katakana. Memahami perbedaan hiragana dan katakana membantu Kamu menavigasi mana informasi yang sifatnya tradisional atau formal, dan mana informasi yang sifatnya tren atau modern.
Kami berharap penjelasan mengenai 10 perbedaan hiragana dan katakana ini bisa memberikan gambaran yang jelas buat Kamu yang sedang berjuang belajar bahasa Jepang. Memang awalnya terasa berat karena harus menghafal banyak bentuk baru, tapi percayalah bahwa setiap usaha yang Kamu lakukan akan membuahkan hasil. Kuncinya adalah jangan berhenti berlatih dan terus paparkan diri Kamu dengan teks-teks bahasa Jepang setiap hari.
Jangan lupa, kalau Kamu butuh teman belajar yang praktis dan bisa diakses kapan saja, manfaatkan teknologi yang ada. Seperti yang kami sebutkan tadi, langganan Duolingo Premium lewat sistem patungan di akunmu.id bisa jadi solusi cerdas buat Kamu yang mau belajar tanpa batas tapi tetap hemat di kantong. Dengan bantuan aplikasi yang tepat dan pemahaman tentang perbedaan hiragana dan katakana yang sudah kami jelaskan, kami yakin Kamu bakal lebih cepat mahir. Selamat belajar dan semoga sukses dengan perjalanan bahasa Jepangmu!
Maaf, artikel belum tersedia
Platform pertama di Indonesia yang memberikan layanan Berlangganan Bersama agar dapat menikmati fitur premium dengan proses berlangganan yang praktis, legal, aman dan murah.
Sudah terdaftar sebagai penyedia media elektronik di Komdigi
